Selasa, Desember 02, 2008
Tiada Rotan Akarpun Jadi
Senin, November 24, 2008
Logo PALAFNE UGM
"Logo is the name for a philosophy of education and a continually evolving family of programming languages that aid in its realization. [Harold Abelson, Apple Logo, 1982]
PERHATIAN: Sobek sticker logo PALAFNE untuk mengunduh logo PALAFNE dalam berbagai format file, diantaranya file PDF, file CorelDraw X-3, dan file Adobe Illustator CS2. Semoga berguna dan dapat membantu.
Selasa, November 18, 2008
Kepompong - Sindentosca
(atau disini versi 2)
>>>>>> buat persahabatan PALAFNE
Dulu kita sahabat
Dengan begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu
Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang
Reff :
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagi kepompong
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang
Jumat, November 14, 2008
SEBUAH IDE DARI THE COPET
(email tgl 13 November 2008)
Salam Rimba !!!
Dua hari lalu Bondan PLF 98 berkunjung kerumah saya (tp gag bawa
oleh2), lalu kami ngobrol2, dari hasil obrolan setelah saya renungkan
saya punya ide mutakhir (sebenarnya sih adopsi dari tempat lain).
Kita adakan semacam acara tahunan yang melibatkan semua anggota aktif
dan anggota alumni. acara yang dalam benak saya diberi nama DOREMI
(dolan bareng alumni) merupakan ajang untuk lebih mendekatkan
hubungan antar anggota dan alumni sekaligus menjaga tali
persaudaraan. Acara bisa berupa Fun Camping dimana semua orang
terlibat aktif dalam acara (bisa ajak anggota keluarga) agenda acara
sendiri bisa dirembug misalnya sambung rasa, fun game dlll. Dalam
khayalan saya acara ini rutin diadakan misalnya setiap bulan juni
tanggal menyesuaikan (sabtu minggu)sehingga akan menjadi hari raya
bagi palafne yang ditunggu2 semua anggota, setiap bulan juni tiba
dengan antusias semua keluarga palafne yang berada diluar DIY
berbondong2 ke Jogja (hukumnya wajib bagi yang mampu/koyo haji)
dengan membawa pemikiran, ide, rasa kangen, harapan dsb....
piye? bermutu ra?
nek bermutu tak terusne sesuk
( Email lanjutnya,....)
Senin, November 10, 2008
MEMANJAT DENGAN TALI PENGAMAN
Setelah mempelajari teknik memanjat dan menggunakan berbagai jenis pengaman kini anda siap untuk berlatih memanjat dengan mempergunakan tali pengaman. Tali yang dipergunakan biasanya berdiameter 9 mm atau 10 mm. Ada juga yang mempergunakan tali 11 mm. Kedua ujung tali dibuat simpul 8. Simpul pertama digabungkan ke harness orang yang akan bertindak sebagai leader. Simpul kedua digabungkan ke garness orang yang akan menjadi belayer. Perhatikan! Karabiner yang dipergunakan sebagai pengait harus berkunci. Dengan demikian belayer dan leader tergabung dalam satu tali tanpa ada risiko terlepas satu sarna lain.
Sebelum leader bergerak naik, terlebih dahulu belayer harus membuat anchor dengan piton, chock,atau natural anchor. Anchor yang dibuat harus mampu menahan hentakan ke atas jika leader terjatuh. Atau jika sudah berada pada ketinggian tertentu, anchor harus pula diperhitungkan untuk menahan beban hentakan dari atas dan tarikan ke bawah.

Anchor yang dibuat tanpa mempertimbangkan kedua hal diatas dapat membahayakan kedua pemanjat. Peralatan yang dibawa oleh leader hendaknya disesuaikan dengan lintasan yang dipanjat. jangan terlalu memberatkan tubuh dengan membawa peralatan yang tidak perlu. Rajinlah berlatih. Karena dengan sendirinya anda akan dapat meramalkan jumlah dan jenis peralatan yang seharusnya dibawa.

Setelah anchor terhambat dengan kuat barulah leader mulai memanjat. Berilah pemberitahuan terlebih dahulu kepada belayer agar ia siap menjaga anda. Pilihlah hold yang memungkinkan untuk bergerak dengan seimbang dan pasti. Berkonsentrasilah pada apa yang sedang anda lakukan. Bergeraklah dengan hati hati.
Jika sudah berada 2 atau 3 meter di atas belayer segeralah pasang runner untuk mengamankan gerakan selanjutnya. Masukkan main rope ke dalam karabiner yang terpasang.
Pada saat memasukkan main rope, perhatian harus terpusat pada pegangan yang hanya satu tangan. Setelah main rope terkait barulah leader sedikit lebih am an dari beberapa menit sebelumnya. Jika ia tiba-tiba terjatuh, ia tidak lagi akan menghempas dasar tebing di bawahnya. Belayer akan mengamankan dengan tali yang sudah ditahan oleh sistem pengaman yang dipergunakannya.

Pemasangan runner yang ideal untuk keamanan berjarak 2 atau 3 meter satu sama lain. Misalnya jarak dari runner terakhir 3 meter, maka jika leader terjatuh jarak ini di kali dua dan ditambah jarak akibat lenturan tali dan tali yang kendur. Jika runner tersebut ambrol maka jarak jatuh akan bertambah dua kali dari jarak runner dibawahnya.
Untuk itu, segeralah memasang runner tanpa harus memperhitungkan mudah sulitnya lintasan. Pada lintasan mudahpun bahaya tetap mengancam. Baik karena terpeleset, tertimpa batu, pegangan ambrol, atau pun terkejut oleh tokek, ular, dan kalajengking yang kerap ditemui di tebing-tebing. Setiap kali memasang runner periksalah terlebih dahulu apakah sudah cukup am an dengan cara menyentakan dari berbagai arah. Setelah yakin dengan kekuatannya barulah leader bergerak ke atas.

Pemasangan runner harus memperhatikan lancar tidaknya main rope agar gerakan tidak terganggu. Salah satu cara untuk memperlancar main rope ialah dengan memanjat pada lintasan yang lurus. Atau, jika lintasan tidak lurus, usahakan menjaga tali agar tetap lurus dengan menambahkan webbing atau sling.

Pilihlah lintasan yang tidak terlalu sulit sebelum menguasai teknik pemanjatan dengan baik. Berlatihlah terus. Sedikit demi sedikit alihkan latihan pada lintasan yang semakin sulit. Yang penting, penguasaan teknik dahulu. jangan tergiur untuk memanjat ke tebing yang tinggi sebelum kemampuan teknis anda cukup memadai.
Setelah mencapai suatu teras tidak harus sepanjang tali akhirilah pemanjatan. Segeralah buat dua atau lebih anchor untuk mengamankan anda dan rekan yang akan naik.

Pastikan bahwa anchor itu mampu menahan berat badan anda berdua. Setelah aman beritahulah rekan anda untuk naik. Kini anda yang bertanggung jawab atas keselamatannya. Tariklah tali sedemikian hingga tegang, karena akan.memberi keleluasaan rekan anda sewaktu mencabut piton atau chock yang terpasang. Selain itu, juga untuk menjaga aga ia tidak terlalu jauh bila terjatuh. Tali yang kendur akan menyentak dengan keras apabila tiba-tiba rekan anda jatuh.
Dalam panjat tebing dikenal istilah yang berfungsi sebagai kode atau pemberian aba-aba yang disebut "climbing calls". Sedikit banyak ini penting diketahui sebab komunikasi antara leader dan belayer haruslah tepat dan jelas terdengar serta singkat. Komunikasi yang tidak lancar bisa berakibat fatal bagi keduanya. Di bawah ini diberikan istilah yang penting untuk diketahui bukan dimaksudkan untuk gagah-gagahan oleh pemanjat tebing. Walaupun bahasa kita mungkin bisa dipergunakan, tapi tidak berlaku universal.
Off Belay: Teriakan leader untuk memberitahukan pada belayer bahwa ia sudah tidak memerlukan pengamanan dari belaayer lagi. Leader sudah memasang anchor dan aman.
Belay Off: Jawaban belayer terhadap "off belay". Kini, ia boleh melepas anchor belay.
Slack: Kendurkan tali. leader atau belayer bisa mempergunakan istilah ini untuk mengendurkan tali pada kasus tertentu.
Up Rope / Pull: Kencangkan tali. Leader atau belayer memberi kode agar tali ditegangkan.
Taking In: Leader berteriak untuk menyatakan bahwa ia menarik tali ke atas (biasanya setelah leader sampai di teras, tali masih bersisa beberapa meter).
That's Me: Jawaban orang kedua apabila tali telah habis sampai mentok di harnessnya.
On Belay: Leader memberi kode pada orang kedua bahwa ia sudah diamankan.
Climb (Climb When You're Ready): Leader memerintahkan orang kedua untuk memanjat sambil bersiap mengamankannya.
Climbing: Leader (orang kedua) memberi kode bahwa ia siap memanjat.
OK: Orang kedua (leader) siap mengamankan pemanjatan.
Dalam pemanjatan kadang-kadang puncak tebing dapat dijangkau oleh panjang tali standar (45m). Tetapi, kadang-kadang tali tidak mencukupi karena puncak tebing lebih dari panjang tali standar.
Untuk itu, ada dua teknik dalam pemanjatan. Yang pertama, Single Pitch Climbs (pemanjatan tahapan tunggal atau satu tahap) dan Multi Pitch Climbs (pemanjatan secara bertahap).
Untuk lebih jelas, pelajarilah gambar di bawah ini:







