Selasa, Agustus 21, 2012

Buka Puasa Bersama & Tasyakuran

Buka Puasa Bersama Keluarga PALAFNE & Tasyakuran Nomor Pokok Anggota ke-100


Sabtu, 11 September 2012


Hari ini adalah hari yang telah ditentukan oleh Pengurus Harian PALAFNE untuk kegiatan Buka Bersam tahun ini dan Tasyakuran NPA ke-100, undangan ke Alumni PALAFNE sudah diberikan dan persiapan peralatan sudah disiapkan. Pukul 14.00 kami mulai menyiapkan tempat yang berada di Selasar Kampus PDEB SV UGM. Semua memiliki tugas masing-masing, ada yang mengambil tumpeng dan gorengan, menyiapkan tikar, viewer dan giant screen dan memasak air untuk hidangan berbuka puasa nanti.


Acara yang dijadwalkan pada pukul 16.30 ternyata mundur hingga pukul 17.00 dikarenakan belum berkumpulnya seluruh alumni, sehingga teman-teman dari panitia memutuskan untuk memundurkan kegiatan tersebut. Agenda pertama dalam kegiatan ini adalah Pembukaan dari Ketua Panitia, Zaky dan Ketua Umum PALAFNE. Setelah itu dilanjutkan dengan acara hiburan dengan alunan musik akustik dari Band Indie Yogyakarta “Senja”. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.35 dan seluruh panitia menyiapkan hidangan untuk alumni. Teh hangat, gorengan dan tumpeng disiapkan. Tumpeng yang memiliki simbol rasa syukur kami hidangkan kali ini karena saat ini Anggota Tetap PALAFNE (Anggota yang memiliki Nomor Pokok Anggota) telah mencapai nomor ke 100 di waktu yang ke 24 tahun ini.


Suara adzan dari Masjid Kampus UGM pun telah berkumandang, semuanya langsung menyeruput teh hangat yang telah dipersiapkan dan beberapa perwakilan diundang oleh MC untuk memotong tumpeng, seperti Mas Joko ’91, Faruq Zafran (NPA ke-100) dan Ketua Umum PALAFNE. Setelah itu dilanjutkan dengan do’a dari Faruq mengenai cita-cita dan harapan PALAFNE ke depannya, dilanjutkan dengan memakan nasi tumpeng, snack-snack sambil menikmati alunan musik biola.


Alumni yang ingin beribadahpun dipersilahkan dan setelah semuanya kembali, acara dilanjutkan dengan share foto dan kegiatan “Pengambilan Nomor Pokok Anggota PALAFNE” yang dilaksanakan awal hingga akhir Juli lalu bertempat di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Cerita-cerita dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Faruq ke teman-teman Alumni. Setelah share foto tersebut selesai, musik kembali dialunkan dengan penyetelan film dokumentasi yang berjudul “PALAFNE The Family”. Kondisi saat itu ada yang saling ngobrol, memperhatikan film dan masih makan tumpeng. Acara ditutup pukul 19.00 untuk menghormati yang sedang menjalankan ibadah tarawih, tetapi beberapa alumni masih banyak yang kumpul di Kampus.


Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini, sampai bertemu lagi di Lustrum V PALAFNE 2012.

Sabtu, Mei 12, 2012

Pendidikan Lanjut Gunung Hutan



Pendidikan Lanjut Divisi Gunung Hutan PALAFNE
Angkatan Lingkaran 2012

Jum’at, 4 Mei 2012
Hari ini adalah hari yang cukup ditunggu oleh teman-teman Lingkaran yang akan menempuh Pendidikan Lanjut Gunung Hutan, kegiatan ini telah di konsep oleh Kabid. Operasional dan dipersiapkan juga materi ruangan sebagai pemantapan skill. Pukul 21.00 semua Tim Inti maupun Pendamping berangkat dari Kampus PDEB SV UGM tercinta. Tim Inti terdiri dari Angkatan Lingkaran, dan Tim Pendamping terdiri dari Jul, Umam, Dimas, Mbah Somad, Mas Wanto dan menyusul dari Solo adalah Mas Edo dan Mas Budi. Perjalananan yang membutuhkan waktu hingga 4 jam ini akhirnya berhenti dulu di Pasar Tawangmangu yang tujuan akhirnya adalah Kaki Gunung Lawu, Bukit Jobolarangan. Sabtu, Pukul 02.00 semua Tim sampai di Base Camp dan langsung membuka Sleeping Bag.

Sabtu, 5 Mei 2012
Rencana awal yang seharusnya seluruh Tim bangun dari tidurnya adalah Pukul 05.30, tetapi karena adanya keterlambatan dalam perjalanan dan juga harus membutuhkan stamina yang cukup, Kabid. Operasional memutuskan untuk membangunkan seluruh Tim Pukul 07.00. Seluruh Tim bangun dan langsung mempersiapkan Nesting, Kompor, Gas dan makanan yang telah dipersiapkan seluruhnya, karena kami membutuhkan waktu yang cepat untuk memasak, maka kami hanya memasak nasi dan indomie rebus dengan sayuran-sayuran untuk menambah gizi dari makanan kami. Mas Wanto tinggal di Base Camp karena memantau perkembangan juga pergerakan peserta dan nantinya akan menjadi Koordinator dari Materi SAR yaitu SMC (SAR Mission Coordinator).
Pukul 08.30 semua Tim sudah siap dan dilanjutkan berdo’a sebelum kegiatan. Setelah itu Materi Pertama yang akan disampaikan oleh Peserta Pendidikan Lanjut adalah Ilmu Medan Peta Kompas dan Navigasi Darat, seluruh peserta di Briefing mengenai Titik Acuan, Menentukan Arah dan Manajemen dalam Penggunaan Handy Talkie. Setelah semuanya sudah mengerti, kami Tim 1 yang berisikan Upil dan Zaky didampingi oleh Jul. Tim 2 yang berisikan Am, Agus dan Anis didampingi oleh Umam. Semua Tim bergerak untuk mencari titik-titik koordinat yang telah ditentukan dengan survey kegiatan sebelumnya. Awalnya memang seluruh Tim kesulitan dalam mencari titik koordinat, tetapi akhirnya semua bisa menemukan titik koordinat yang membutuhkan ilmu membaca peta kontur dan menentukan titik acuan dengan kompas.
Selama Materi ini berjalan, semuanya melaksanakan dengan serius tetapi santai, tak jarang kami bercanda dan mengobrol dengan warga sekitar yang sedang bercocok tanam di kebun mereka, karena kami juga melewati kebun-kebun warga yang menanam kol dan strawberry. Pukul 14.00 seharusnya seluruh Tim sudah menemukan titik-titik koordinat yang telah ditentukan, tetapi karena waktu keberangkatan juga molor, akhirnya diputuskan menambah waktu 1 jam sebelum penarikan ke Titik Camp. Pukul 15.00 semua Tim ditarik ke Titik Camp bernama ‘1773’ yang tertulis dalam peta, jalan yang cukup terjal cukup membuat ngos-ngosan dan memacu jantung lebih cepat.
Sekitar Pukul 16.40 kamipun sampai di Titik Camp yang dalam perjalanan sempat mengalami disorientasi jalur, di sini kami juga bertemu teman-teman dari OPA Univ. Muhammadiyah Solo yang sedang survey kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar. Seluruh Tim sudah dibagi tugasnya masing-masing, ada yang mendirikan tenda, mengumpulkan makanan juga air dan dilanjutkan dengan memasak. Saat hari mulai gelap, makananpun selesai dibuat. Cukup nikmat untuk makanan kali ini, karena kita belum makan nasi sejak pagi, hanya snack yang menjadi tenaga saat siang hari tadi. Setelah makanan selesai, dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan hari ini, tetapi belum selesai evaluasi tiba-tiba kilat menyambar dan turun hujan. Akhirnya evaluasi dilanjutkan besok dan dilanjutkan dengan acara bebas, ada yang mengobrol maupun tidur karena kegiatan tadi cukup menguras energi.

Minggu, 6 Mei 2012
Pagi ini sudah cukup terang, entah kenapa kami bangun tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Mungkin karena tidak adanya briefing atau alasan orang yang menjadi “Time Keeper” juga bangun kesiangan. Setelah mengumpulkan nyawa sebentar dan semuanya mencari peralatan masak dan mengumpulkan seluruh logistik untuk dimasak, karena ini adalah masak terakhir sebelum seluruh Tim melakukan Materi Evacuation, Search and Rescue. Kami makan cukup banyak disini karena memang membawa logistik lebih karena termasuk safety procedure dalam pendakian yang mewajibkan membawa makanan melebihi rencana awal waktu pendakian.
Setelah masak, kami langsung packing peralatan masing-masing dan dilanjutkan dengan briefing untuk menentukan Titik CSP (Coordinate Starting Point) dan Jalur Penyapuan untuk mencari korban. SMC (SAR Mission Coordinator) memberikan briefing kepada SRU (Search and Rescue Unit) atau tim yang melakukan pencarian di lapangan. CSP, ciri korban dan informasi-informasi yang diberikan SMC sudah cukup lengkap dan perjalanan ke CSP pun dilakukan ke titik 2054.
Perjalanan ke CSP memakan waktu sekitar 1,5 jam dan sesampainya di titik CSP kami sempat bertemu teman-teman OPA dari UNS Solo yang memang mayoritas dalam timnya adalah wanita-wanita yang cukup mengalihkan perhatian kami saat itu. SRU mulai mem-plotting jalur penyapuannya dan bersiap-siap untuk melakukan penyapuan dengan Mode “5-Kompas-1” dan mereka tidak tahu apa saja yang mereka lewati. Blasuk-blasuk, terpeleset dan terjungkir balik sering terjadi, seluruh tim tetap berpatokan pada kompas dan sering meluruskan barisannya. Setelah melakukan penyapuan sekitar 4 jam, akhirnya tim mulai menemukan tanda-tanda korban. Setelah beberapa kali teriak, korban (skenario) yang bernama Haryono (yang nama sebenarnya adalah Dimas) membalas teriakan SRU. Akhirnya penyapuan ini membuahkan hasil, ternyata korban mengalami patah kaki sehingga tidak bisa berjalan.
Materi PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) pun berlaku kali ini, SRU harus bisa menghandle orang yang sedang kritis, cuaca yang sangat dingin bisa berpotensi untuk menyebabkan hipotermia. Bidai, mitella dan peralatan masakpun disiapkan, tim membagi-bagi tugas dalam menghandle Haryono. Gerimispun datang membuat ‘keram otak’ sebagian tim. Penanganan korban berlangsung selama 30 menit. Materi inipun selesai dan bertanda kegiatan Pendidikan Lanjut ini telah berakhir. Akhirnya seluruh tim kembali ke Base Camp untuk membersihkan diri dan siap-siap kembali ke Kampus tercinta.
Rasa senang, candaan dan kedinginan karena pakaian yang basah kuyup dirasakan dalam perjalanan kembali ke Base Camp. Setelah semuanya membersihkan diri dan mengganti baju, kami mencoba menghubungi Mbak Rika 2005 yang berdomisili di Karanganyar untuk bersilaturahmi. Sesampainya di rumah Mbak Rika, kami disuguhkan dengan masakan-masakan yang cukup mengundang hawa nafsu dan semuanya langsung terdiam dikarenakan lahapnya dalam memakan. Obrolan, cerita-cerita masa lalu dan saling bercanda dilakukan disini. Setelah itu kami pamit dengan Mbak Rika dan seluruh keluarganya. Perjalanan masih ada 2 jam lagi, kami sampai di Yogyakarta sekitar pukul 23.00.

Rabu, April 18, 2012

Pendidikan Lanjut Susur Gua & Panjat Tebing


Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6-8 April 2012, sebelum melaksanakan kegiatan Pendidikan Lanjut ini, para Anggota Muda diberikan porsi latihan untuk menunjang kegiatan tersebut.
 

Persiapan keberangkatan Tim. Beberapa Tempala (Teman PALAFNE) ikut bersama kami untuk meramaikan kegiatan tersebut.

Camp di pinggir Pantai Siung. Suasana terang bulan diiringi dengan suara ombak yang indah menghilangkan capeknya perjalanan dari Yogyakarta, setelah itu dilanjutkan dengan mengumpat dalam Sleeping Bag.

Persiapan untuk Susur Gua. Sarapan dan checklist alat adalah syarat wajib sebelum memulai kegiatan kami.

Salah satu tehnik penelusuran gua vertikal untuk pemasangan anchor (Rigging). Ilham sebagai Rigging Man mencoba turun ke dalam Luweng Senen.

Keindahan perut bumi. Salah satu syarat dalam kegiatan adalah mendokumentasikan moment-moment terbaik.

Persiapan pemanjatan. Tim di bagi menjadi 2, ada Tim Pemanjatan Artificial dan Tim Pemanjatan Sport.
Pemanjatan type Artificial.
Pemanjatan type Sport.

Suasana Pantai Siung. Setelah kegiatan inti berakhir, biasanya kami bermain-main di Pantai dan kadang juga melakukan hal seperti di bawah ini.

Kegiatan Konservasi, pemungutan sampah di sekitar bibir Pantai Siung. Ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan Pendidikan Lanjut ini, kami mengumpulkan sampah-sampah plastik yang berada di pinggir pantai.

Senin, Maret 12, 2012

Puncak Acara HUT PALAFNE ke-24 di Boro Asri Menoreh, Kulonprogo

Tidak ada kesenjangan antara Alumni dengan Anggota yang masih muda.
Acara yang seharusnya dimulai pukul 17.30 ternyata baru bisa berjalan pukul 20.30 dikarenakan banyak alumni yang belum datang. Untuk yang pertamax datang adalah Mas Imsak + Keluarga dan Mas Copet + Keluarga, setelah itu disusul oleh Bang Yok. Mulailah ramai sekitar pukul 20.00 dan langsung saja memulai acara pukul 20.30. Acara pertama kali ini pemotongan tumpeng sebagai bentuk simbolis telah berdirinya PALAFNE selama 24 tahun. Mulai dari Mantan Ketua PALAFNE tertua hingga termuda memotong tumpeng dan dimakan bersama-sama. Akhirnya semua teman-temanpun melahap hidangan yang telah dipersiapkan dari pukul 19.00.

Setelah itu, ada acara nonton film dokumenter tentang keseharian PALAFNE, kami meminta tanggapan dari teman-teman di kampus untuk memberikan pandangan mereka terhadap PALAFNE selama ini dan banyak tanggapan yang baik dari teman-teman di kampus. Hanya saja dalam pemutaran film ini adanya kendala laptop yang sudah panas, sehingga film menjadi tersendat dan tidak bisa di tonton dengan jelas. Banyak yang protes dan untung saja kami tidak dilempari popcorn.

Makanpun selesai diiringi juga dengan selesainya pemutaran film dokumenter yang dibuat oleh teman-teman Lingkaran. Obrolan ringan, canda tawa dan ada yang berbicara serius hingga panjang lebar. Semua jadi satu di dalam Pendopo ini. Kacang rebuspun di sebar ke kumpulan-kumpulan orang yang sedang berkumpul. Kelihatan sekali keterikatan dan kedekatan antar alumni disini.

Acara di Pendopo selesai, dan akhirnya kita pindah ke Lapangan untuk acara Api Unggun diselingi dengan permainan gitar. Ada yang saling ngobrol, nyanyi-nyanyi dan menuangkan minuman tradisional juga. Dari obrolan ringan sampai obrolan beratpun ada disini. Satu-persatu alumni dan beberapa anggota aktifpun mengantuk, ada yang tidur di homestay, pendopo dan sampai tidur di lapanganpun ada, mungkin karena cukup lelah mempersiapkan acara.

Jam 05.30 hampir semua orang terbangun, ada yang tiba-tiba mencari makanan, langsung mandi, dan ada yang bengong sendiri karena nyawanya belum terkumpul. Semuanya berkumpul di Pendopo untuk makan bersama-sama. Sehabis makan ada acara udut-udut dan menunggu makanan sampai turun ke perut.  Setelah itu, kita pun bersiap-siap untuk tracking ringan ke pedesaan di sekitar Bukit Menoreh, hawanya cukup sejuk dan nyaman sekali. Banyak warga yang sedang menjalankan aktifitasnya. Tidak lupa juga untuk berfoto-foto.  Setelah berjalan kurang lebih 30 menit, akhirnya kita sampai lagi ke homestay.

Para alumni yang belum bangun sebelum trackingpun sudah terbangun dan ada yang ketinggalan tracking, sehingga Umam dan Agus mengantarkan lagi untuk tracking ringan. Setelah semua alumni dan anggota bersiap-siap kita langsung ke lapangan untuk memulai outbond. Di mulai dengan Game ‘Hitung Tepok’, ‘Polisi Maling’ dan ‘Stand A’, dalam permainan ini sudah terlihat beberapa kecurangan, tetapi sangat terlihat keseruan dan kekeluargaan disini. dan setelah itu main ke sungai dekat dengan homestay.

Di sungai kita bermain Low Pipe, yaitu game yang menggunakan paralon dan mengisikannya ke dalam ember. Di sini lebih kelihatan lagi kecurangannya, tetapi hanya ada canda dan tawa yang ada. Semuanya menikmati permainan, mulai dari yang paling kecil sampai yang paling tua. Setelah itu kita bermain permainan yang sudah tidak asing lagi dalam game-game outbond, yaitu Pipa Bocor. Tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata dalam game ini, karena game ini memerlukan kerja keras, kerja sama, dan ketelitian.

Walaupun ini free game di lumpur, tetapi ini bisa di bilang puncak dalam kegiatan ini. Ya, kita bermain bebas di lumpur, awalnya kami cuma bermain perahu dan bermain jembatan tali. Tetapi tiba-tiba terdengar suara “Plukkk!”. Untuk pertama kali Mas Imo yang sedang bermain jembatan tali menjadi korban pelemparan lumpur. Akhirnya semuanya pun saling bertimpuk-timpukan lumpur. Terlihat sekali tidak ada kesenjangan antara alumni dan anggota-anggota yang masih muda disini. Semuanya saling bertimpuk-timpukan. Karena ada yang tidak mau tercebur ke lumpur, satu persatu dari merekapun akhirnya dilempar secara paksa oleh teman-teman yang lain, salah satu korbannya adalah Mas Sukar.

Setelah dilihat-lihat ternyata ada yang masih tidur di homestay karena sisa dari semalam. Akhirnya kita mengangkatnya secara paksa dari kasur yang mereka tiduri. Korban-korbannya adalah sebagai berikut, Ipoel, Dimas dan Wanto. Semuanya telah kotor dengan lumpur dan kita semua puas melihatnya. Haha. Karena melihat bola menganggur, kita memutuskan untuk bermain “Polo Air Lumpur”, karena sudah terlalu senang bermain timpuk-timpukan ternyata bukan bola yang di lempar, tetapi lumpur. Setiap ada yang membawa bola, lumpur-lumpur langsung berterbangan ke arahnya.

Mungkin faktor usia, satu-persatu pemain polo mundur karena kecapekan dan langsung mandi untuk bersih-bersih. Masih ada beberapa yang bermain-main di kolam lumpur. Setelah melihat hidangan makan siang sudah disiapkan, akhirnya semuanya ikut mandi dan bersih-bersih. Semuanya pun kembali berkumpul-kumpul di Pendopo untuk menyantap hidangan makan siang, kali ini kita makan dengan menu ayam goreng. Obrolan-obrolanpun di mulai kembali sambil melihat priview foto-foto kegiatan yang baru dilaksanakan di layar proyektor.
 
Setelah makan, akhirnya satu-persatu dari alumni bersiap-siap untuk kembali ke rutinitas harian mereka. Salam lestari untuk semua dan sampai jumpa dalam kegiatan yang lainnya terutama di Reuni Akbar & Ulang Tahun Perak PALAFNE 2013. Terima kasih.
   
Berikut adalah nama-nama yang datang dalam Puncak Acara HUT PALAFNE ke-24 :
  1. Bang Yok
  2. Mas Copet ‘95 & Keluarga
  3. Mas Imsak 
  4. Mbak Ainur ’00 & Anak
  5. Mbak Wilis ‘95 & Anak
  6. Mas Trias 
  7. Mbak Kanya & Anak
  8. Mas Sukar
  9. Mas Icik-Icik
  10. Lek Suryono ’00 & Keluarga
  11. Mas Imo ‘02
  12. Mas Bebek ‘03
  13. Mas Germo ’03 & Pacar
  14. Mas Somad ‘04
  15. Mas Jono ‘05
  16. Mas Ipul ‘05
  17. Mas Ade ‘05
  18. Mas Willy ‘06
  19. Mas Iqbal ‘06
  20. Mas Edo ‘07
  21. Mas Wanto ‘07
  22. Mas Budi ‘08
  23. Jul ‘10
  24. Dimas ‘10
  25. Umam ‘10
    Panitia Pelaksana - Angkatan Lingkaran 2011 
  26. Upil
  27. Zaky
  28. Agus
  29. Am
  30. Anis
    Perwakilan HMJ KMET : 
  31. Yunita
  32. Entha